Logo

Konsultasi dari Trisna

tanya:
Namo buddhaya, Rama. Selamat malam. Saya ingin bertanya tentang atthasila. Apabila dalam keseharian kita di tempat kerja, diharuskan untuk merias diri sebagai tuntutan kerja dan juga disediakan tempat duduk yang tinggi, apa yang harus dilakukan agar kita tetap bisa menjalankan atthasila? Jika kita bukan berdandan atas dasar niat untuk menyenangkan diri sendiri, ataupun dengan sengaja menjadikan diri kita terlihat lebih menarik, apakah hal ini masih termasuk dalam atthasila? Kemudian, jika kita belum sempat makan siang sebelum tepat jam 12 siang, apakah kita memang tidak boleh makan lagi hingga keesokan harinya? Terima kasih, Rama.
Jawaban :

Namo Buddhaya,

 

Ajaran Buddha, apapun yang akan dipikirkan, diucapkan atau diperbuat, landasannya adalah panna (kebijaksanaan). Termasuk dalam hal ini berbuat baik.

 

Jika suatu perbuatan baik “tidak” dimungkinkan diperbuat, jangan dipaksakan. Mungkin hari (saat) ini tidak dimungkinkan, tetapi esok atau lusa, kesempatan ini “masih” bisa diperbuat.

 

Contoh kasus, ingin membantu orang yang menderita dengan sejumlah dana untuk berobat tetapi kemampuan kita “terbatas” atau tidak dimungkinkan, khan ngak mungkin kita korbankan diri kita untuk menolong orang lain.

 

Perbuatan baik apapun yang diperbuat, dampaknya haruslah 2 (dua) sisi. Kebahagiaan bagi diri kita dan juga orang lain.

 

Jika orang lain bahagia, kita menderita, itu bukanlah suatu perbuatan baik yang bijak.

 

Sama halnya dengan melaksanakan atthasila. Jika “hanya” sila 1 s/d 5 yang dimungkinkan untuk dipenuhi, yach jalankan saja. Ngak dipaksakan yang ke 6 s/d 8, juga harus dilaksanakan.

 

Buddhisme mengajarkan kepada kita, bahwa suatu perbuatan baik akan terlaksana dengan baik, haruslah “ada” dukungan karma baik sebelumnya.

 

Mis. : kita ingin sekali melaksanakan puja bhakti setiap minggu di vihara tetapi keadaan tidak mendukung / mengizinkan, mis. : Kita diharuskan  berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarga (sandang pangan).

 

Berbahagialah jika kebajikan yang direncanakan, bisa terlaksana dengan sempurna (baik) semuanya.

 

Selamat berjuang dalam kebajikan dan semoga selalu diberkahi oleh Sang Tiratana, Sang Buddha, dhamma dan sangha….

 

Sabbe satta bhavantu sukhitata : semoga semua makhluk hidup berbahagia, sadhu,… sadhu,… sadhu,….

 

Mettacittena;

Peter Lim

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1369163