Logo

SUKSES MEMASARKAN

SUKSES MEMASARKAN

SUKSES MEMASARKAN

 

Salah satu penyebab utama banyak usaha – usaha yang gulung tikar adalah karena tidak adanya dana yang cukup untuk menghidupi usaha tersebut.

 

Yang banyak terjadi adalah lebih besar pengeluaran dibandingkan dengan pemasukkan. Sangat penting untuk dapat menghasilkan pendapatan yang lebih besar dari pada pembiayaan.

 

Tentunya pendapatan yang tinggi diperoleh dari pemasaran yang baik dan tingkat penjualan yang tinggi.

 

Kemampuan untuk memasarkan dan menjual sebenarnya penting dimiliki bagi setiap orang. Pada saat akan memasarkan suatu produk, sebaiknya posisikan diri sebagai pembawa pesan, bukan sebuah pesan.

 

Maksudnya adalah ketika sedang memasarkan suatu produk, jangan hanya melulu bercerita mengenai fitur – fitur yang dimiliki produk tersebut.

 

Tetapi sebaiknya tonjolkanlah nilai dan manfaat produki yang ditawarkan.

 

Sebelum seorang pembeli memutuskan untuk membeli suatu produk, dia melihat lebih dulu apakah ada nilai manfaat yang dia dapatkan dari produk tersebut.

 

Jika dia melihat tidak ada nilai manfaat yang dapat diperoleh, seberapa ngotot menjelaskan manfaat yang bisa diberikan dari produk tersebut, calon pembeli tetap tidak akan mau membeli.

 

Jika posisi sebagai calon pembeli, buat apa membeli suatu produk yang tidak bermanfaat.

 

Mr. Fernando Nani Rancel :

"We are messenger, not a message"

 

Kebanyakan orang biasanya merasa takut, malu dan tidak percaya diri untuk berjualan. Salah satu penyebabnya yaitu karena mereka harus bertatap muka dan harus pandai berkata –kata secara langsung dengan calon pembeli.

 

Tetapi untungnya sekarang ada bisnis internet. Melalui internet, dapat mulai bisnis internet tanpa harus bertatap muka langsung dengan para prospek maupun calon pembeli.

 

Kita dapat menawarkan produk dan berjualan sampai ke seluruh dunia.

Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan menjual. Baik didalam bisni online maupun bisnis offline, yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menawarkan dan menjual adalah dengan belajar dan praktek...

 

 

YAKIN DAN PERCAYA.

 

Yakinlah mampu menjual. Yakinlah memiliki penawaran yang baik. Pelajari pula hal – hal yang berkaitan dengan bidang produk yang dipasarkan.

 

Semakin paham mengenai produk yang akan dijual, juga akan semakin yakin dan mantap dalam melakukan penawaran. Kabar baiknya, keyakinan ini bersifat menular.

 

Jika benar – benar yakin akan produk yang ditawarkan, biasanya orang akan terpengaruh dan menjadi ikut yakin.

 

TEMUI LEBIH BANYAK LAGI ORANG.

 

Semakin banyak menawarkan produk maka semakin besar pula peluang terjadinya penjualan. Nach oleh karena itu, harus dapat bertemu dengan lebih banyak lagi orang.

 

Rajinlah untuk mencari prospek. Ada banyak cara yang dapat dilakukan, misalnya dengan mengikuti suatu komunitas yang berhubungan dengan produk atau dapat pula mengikuti suatu milis (mailing list) dengan topik yang berhubungan dengan produk.

 

KENALI SIAPA PROSPEK.

 

Kenali siapa orang yang akan ditawari produk. Kita dapat melakukan penjualan dengan lebih efektif jika mengenal siapa prospek.

 

Temukan masalah mereka dan jadikan produk menjadi solusi dari masalah tersebut. Misal yang menjadi prospek adalah teman. Kita mengerti masalah yang dihadapinya, begitu pula dengan kondisi keuangannya.

 

Hal ini akan mempermudah dalam menentukan produk mana yang akan ditawarkan padanya.

 

JADILAH SAHABAT.

 

Saat menawarkan suatu produk, jangan pernah menganggap diri sebagai seorang sales. Berusahalah memposisikan diri sebagai seorang sahabat dari prospek.

 

Dengan begitu akan dapat menjadi lebih akrab dengan prospek. Kita dapat lebih baik lagi dalam memahami persoalan yang dihadapi prospek dan akan dapat benar – benar memberikan bantuan  kepada prospek melalui produk – produk yang dimiliki.

 

ANTISIPASI PENOLAKAN.

 

Penolakan ketika sedang melakukan panawaran merupakan hal yang biasa. Seorang marketing yang sukses tentu juga pernah mengalami ratusan bahkan ribuan kali penolakan.

 

Pelajari sebab – sebab ditolak dan siapkan jawaban atas penolakan yang terjadi. Bukan berarti harus mendesak prospek, namun jawaban yang diberikan lebih mengarah kepada solusi dari sebab – sebab yang membuat terjadinya penolakan tersebut.

 

TETAPLAH TERSENYUM.

 

Apapun yang terjadi, baik ketika ditolak, maupun ketika berhasil melakukan penjualan, tetaplah tersenyum. Tersenyumlah dengan natural dan jangan dibuat – buat.

 

Walaupun mungkin hati kecewa karena gagal menjual tetapi harus tetap menjaga hubungan baik dengan prospek tersebut. Karena bukan tidak mungkin suatu saat mereka yang menolak malah menjadi pelanggan setia.

 

LAKUKAN SEKARANG !

 

Seperti saat ingin pandai mengendarai sepeda. Kita harus mengambil sepeda, menaikinya dan mulai mengayuhnya.

 

Mengontrol sendiri bagaimana mengatur keseimbangan. Bangun kembali ketika jatuh dari sepeda. Begitu pula jika ingin pandai berjualan.

 

Kita harus mau mencoba untuk memulainya dan melakukannya. Baik bisnis online maupun offline, yang perlu dilakukan hanyalah mencari produk dan menawarkannya ke orang – orang.

 

Jika masih belum terjadi penjualan, tetaplah berusaha. Terus lakukan sampai terjadi penjualan tetapi tentunya sambil terus memperbaiki dan meningkatkan cara – cara menjual.

 

Berusahalah untuk selalu meningkatkan kapasitas diri, baik dari segi wawasan maupun dari segi softskill seperti ilmu berkomunikasi. Jangan pernah menyerah...

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1359544