Logo

KEAHLIAN BERNEGOSIASI

KEAHLIAN BERNEGOSIASI

 KEAHLIAN BERNEGOSIASI

 

 The first principle of contract negotiation is don't remind them of what you did in the past; tell them what you're going to do in the future.

STAN MUSIAL


Untuk mendapatkan hasil yang terbaik, salah satu skill / keahlian yang harus dikembangkan adalah keahlian dalam bernegosiasi.

 

Kemampuan / keahlian dalam bernegosiasi ini, selain akan mendapatkan Win Win Solution tetapi juga longterm business dan profit margin yang significant / progressive.

 

Untuk menjadi seorang negotiator yang handal maka :


1. PROBLEM.

 

Seorang Negotiator harus mampu memisahkan sedetail mungkin pokok – pokok permasalahan yang akan dinegosiasikan.

 

Yang namanya masalah pribadi, harus benar – benar terpisah (* Jika dimungkinkan disingkirkan) dari pokok / topik permasalahan yang akan diputuskan.

 

Disamping itu, segala pokok permasalahan yang akan dinegosiasikan, harus telah benar – benar dilihat / dinilai seobjektif (* Murni) mungkin, yang didasarkan oleh realita yang terjadi dan bukanlah didasarkan oleh feeling atau rekayasa.

 

Jika pokok permasalahan telah jelas diketahui maka solusi negosiasi yang akan diberikan, akan semakin tepat dan akurat.

 

Di kondisi ini, persentase keberhasilan akan semakin tinggi dan kemungkinan gagal juga akan bisa diminimalis.

 

The first principle of contract negotiation is don't remind them of what you did in the past; tell them what you're going to do in the future.

 STAN MUSIAL


2. TARGET.

 

Seorang Negotiator harus benar – benar mengetahui sasaran yang ingin dicapai, yang mampu diterima / disepakati oleh kedua belah pihak.

 

Hasil akhir yang diharapkan dari negosiasi adalah sasaran yang dicapai selain dalam wujud Win Win Solution (* Tidak ada yang merasa dimenangkan atau dikalahkan) tetapi kedua belah pihak juga bisa merasa senang dan enjoy menerima keputusan apapun yang dihasilkan / ditetapkan oleh kedua belah pihak.

 

Target / sasaran yang ingin dicapai, harus benar – benar sudah dipahami dan dimengerti dengan baik oleh kedua belah pihak serta sepakat untuk mencapainya dengan cara / metode yang sama, dalam waktu yang sesingkat (* Se efisien mungkin) nya dan dengan hasil yang seprofessional mungkin.

 

A professional is someone who can do his best work when he doesn't feel like it.

ALISTAIR COOKE.


3. ALTERNATIVE.

 

Jika terjadi dead lock, seorang Negotiator harus mampu memberikan beberapa alternatif pilihan yang bisa diterima oleh kedua belah pihak.

 

Ingat, banyak jalan ke Roma. Jika plan A gagal, maka gunakanlah (*|Stand by) plan B, C atau D dan seterusnya.

 

Kefleksibelan harus dimililiki oleh seorang seorang Negotiator agar kebuntuan solusi bisa dihindari atau disirnakan.

 

Disamping itu, setiap pemaksaan kehendak atau ngotot dengan pendirian pribadi, selain bukan solusi yang baik tetapi juga akan menimbulkan perpecahan.

 

Setiap keputusan konstruktif, harus bisa diterima / didukung oleh kedua belah pihak.

 

Opinions cannot survive if one has no chance to fight for them. ALAIN RENE LE SAGE.


4. TO THE POINT.

 

Dalam bernegosiasi, seorang Negotiator harus mampu memberikan ide – ide / saran – saran yang se – fokus mungkin dan to the point ke goals serta mudah dicerna dan diterima oleh kedua belah pihak.

 

Segala hal yang sifatnya bertele – tele dan menyelimet (* Ribet) harus sesegera mungkin disingkirkan.

 

Apa yang diutarakan / disampaikan, juga tidak membingungkan agar pokok permasalahannya semakin jelas dan solusi yang diberikan juga semakin akurat.

 

The important thing to recognize is that it takes a team, and the team ought to get credit for the wins and the losses. Successes have many fathers, failures have none.

PHILIP CALDWELL


5. RESEARCH.

 

Seorang Negotiator harus memiliki kemampuan riset, baik yang berhubungan dengan culture, edukasi, hobby maupun status sosial dari rekan bisnis yang akan dihubungi.

 

Dengan adanya data – data (* Rekan bisnis) yang akurat maka strategi / kiat Win Win Solution akan semakin mudah dipaparkan untuk kedua belah pihak.

 

Realitanya, negosiasi akan sulit dicapai / diadakan jika kedua belah pihak tidak saling mengenal.

 

Semakin akurat data riset yang dimiliki maka akan semakin besar pula peluang / kesempatan untuk menuju kesuksesan dalam bernegosiasi.

 

True wealth is the harmonious coexistence of all there is, was and ever shall be.

 

It is a combination of self – determination, self – expression, self – realization and complete unreserved love for humanity, life and the universe.

 

It is also, unfortunately, a sucker's trap – Its reality infinitely intangible, its possession as feasible as playing hopscotch on the shadows of Jupiter.

 

PETER J. PATSULA.



User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1343633