Logo

DENDAM ADALAH ONGGOKAN SAMPAH HATI

DENDAM ADALAH ONGGOKAN SAMPAH HATI

DENDAM ADALAH ONGGOKAN SAMPAH HATI

 

Saya adalah pendatang disuatu daerah. Dipasar kota tersebut, saya membuka membuka usaha kecil – kecilan. Berupa penyewaan play station (PS) dan rental VCD.

 

Di depan toko ada tukang parkir. Selain tukang parkir dia adalah preman pasar.

 

Preman ini sering berulah di depan toko saya sehingga ini membuat pelanggan saya menjadi kurang nyaman.

 

Geram rasanya jika karena ulahnya pelanggan saya pergi dan ini sudah terjadi berulang kali. Mungkin karena saya pendatang sehingga dia berulah demikian.

 

Meski begitu, preman pasar ini sudah beberapa kali meminjam play station ketempat saya dan dia mengembalikan tepat waktu dan saya selalu memberikan special discount kepadanya karena terpaksa.

 

Suatu malam, tepatnya pukul 12 malam preman ini berjalan – jalan dilorong gang menuju rumah saya.

 

Preman itu jalan sempoyongan sambil mengomel. Saat di depan rumah dia memanggil – manggil nama saya dengan sangat tidak sopan.

 

Ingin rasanya saya tonjok hidungnya…

 

Sayapun keluar, penampilan preman malam itu sangat semrawut, kepalanya sedang diperban yang terlihat berdarah, sambil membawa kampak.

 

Dia terlihat dalam emosi yang tinggi. Dia pun meninju berulang kali ke arahku.

 

Namun bisa  saya hindari. Pikir saya, buat apa berurusan dengan preman ini, daripada kedepan timbul masalah, mending saya tenangkan dia.

 

Saya tenangkan minta kapak yang dia bawa, tenyata dia menyerahkan kampak itu ke saya. Beberapa saat kemudian dia mengemukakan bahwa dia ingin meminjam PS ke saya, sayapun melayani.

 

Setelah preman itu pulang, hati kecil saya berkata, masak harus mengalah terus.

 

Kalau mengalah nanti akan diinjek – injek terus…

 

Akhirnya saya memutuskan, esok hari akan saya tantang preman itu untuk duel secara jantan.

 

Pagi harinya, sampai dua hari saya mencari – cari preman itu. Namun tidak ketemu. Hingga bertemu dengan orang tuanya yang mengatakan bahwa si preman sudah berada di Kantor polisi.

 

Dia ditangkap setelah dari rumah saya, lengkap dengan PS ditangannya.

 

Tuduhan polisi kepada nya diantaranya membuat keributan di pasar serta mencuri PS dari rumah penduduk.

 

Owh baru tahu saya ternyata kampak yang dibawa ke rumah saya itu digunakan untuk membuat keributan.

 

Setelah mengetahui si preman ditangkap polisi, saya kemudian menuju kantor polisi untuk menjenguknya.

 

Namun dalam laporan ke Polisi, saya tidak melaporkan si preman sebagai pencuri dia hanya meminjam dari saya serta saya terangkan bahwa dia adalah langganan saya.

 

Mengenai kejadian malam itu, sewaktu dia berusaha memukul saya juga tidak saya ceritakan. Malah sewaktu saya menjenguk nya, saya coba menenangkan dia serta menanyakan apa yang perlu dibantu.

 

Dia mengeluh saat itu, dia sakit gigi dan tidak punya uang untuk membeli obat. Kemudian saya membelikan obat dan rokok serta uang alakadarnya guna membeli makanan selama ditahan di kantor polisi.

 

Sehabis mengisi formulir pengambilan barang dikantor polisi, saya kemudian pulang.

 

Seminggu kemudian si preman tiba – tiba muncul di depan rumah saya dan tiba – tiba dia menuju saya dengan terburu – buru, dia memeluk saya dan menangis dipundak saya.

 

Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan saya sewaktu dia berada di kantor polisi. Dia percaya dengan kedatangan saya ke kantor polisi, tuduhan pencurian dapat dihindari.

 

Saat ini, si preman masih berprofesi sebagai tukang parkir, namun sikapnya sudah berubah dibandingkan sebelum dia ditangkap.

 

Hampir setiap kali dia bertemu dengan saya, dia selalu menyapa dan tersenyum.

 

MORAL :


  • Dendam dan amarah tidak akan menyelesaikan sebuah persoalan.

 

  • Setiap persoalan seyogianya dihadapi dengan kepala dingin dan diputuskan dengan bijak.

 

  • Bantulah kesulitan orang lain, meskipun orang tersebut memusuhi kita.

 

  • Untuk mengubah sikap seseorang, tidak seharusnya dengan menceramahi terus – menerus, namun sentuhlah nuraninya dengan sikap dan perbuatan yang baik.

 

Sesuatu yang membara jika dihadapi dengan api maka yang ada hanyalah kehancuran.

 

Jika kekerasan dihadapi dengan kekerasan pula, kehancuranlah yang didapat. 

 

Dengan melebur rasa dendam maka akan meleburkan pula rasa amarah, menumbuhkan kasih sayang dan persahabatan.

 

Jadilah orang yang beruntung, bukan orang yang merugi dan kecewa.

 

Dendam adalah onggokan sampah hati yang membuat pemiliknya semakin tersiksa dan menderita. 

 

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1375316