Logo

BIJAK MENGAMBIL KEPUTUSAN

BIJAK MENGAMBIL KEPUTUSAN

"BIJAK"

 

MENGAMBIL KEPUTUSAN

 

“Hai Anakku” Kata Seorang Guru kepada muridnya yang duduk berhadapan dihamparan pasir pantai.

 

“Sepertinya sudah cukup belajar dariku, saatnya belajar dari dunia luar, lingkungan yang sebenarnya”, papar Sang Guru kemudian.

 

“Namun ada satu hal lagi yang harus dilakukan, sebagai bekalmu nanti dan pelajaran akhir dariku”

 

“Apa itu Guru ?” tanya murid tersebut.

 

“Carilah mutiara di laut yang indah itu”

 

“Mencari mutiara di laut itu Guru ?” tanya murid minta kepastian.

 

“Bukankah di dasar laut itu gelap Guru, bagaimana bisa tahu itu mutiara atau bukan ?”

 

“Dengan ilmu yang dimiliki, kamu bisa menerangi dasar laut yang gelap tsb sehingga bisa membedakan mana yang mutiara dan bukan”, jelas Gurunya.

 

“Kecuali kalau sengaja mengambil yang bukan mutiara”

 

“Baiklah kalau begitu Guru”

 

“Untuk itu aku akan memberimu sesuatu , yang pertama adalah sebuah kantung dimana dengan kantung ini bisa menyimpan mutiara yang didapatkan sebanyak – banyaknya.

 

Semakin banyak didapatkan maka akan semakin kuat sehingga bisa untuk mencari mutiara di tempat lain.

 

Jangan masukkan mutiara yang cacat atau selain mutiara, karena hal itu akan melemahkan dan akan membuatmu berat, mengerti…?”

 

“Mengerti Guru, lalu apa lagi Guru ?”

 

“Satu lagi, yaitu kuberi sebuah kotak, yang dengan kotak ini kamu dapat menyimpan mutiara maksimal sebanyak empat.

 

Namun tidak sembarangan mutiara yang dimasukkan. Masukkanlah mutiara yang menurutmu paling bagus, indah, bersinar dan bisa menyenangkanmu.

 

Semakin cepat memasukkan mutiara yang menurutmu paling indah tersebut dalam kotak ini, maka kekuatanmu akan berlipat ganda, lebih dari kantung mutiara tadi.

 

Tetapi ingat jika memasukkan mutiara ke dalam kotak itu lebih dari satu sedang kamu tidak bisa menahan kekuatannya, maka yang akan mendapat kerugian.

 

Kotak tersebut akan pecah, mutiara tersebut akan hilang dan kekuatanmu akan melemah.

 

Kamu harus pandai – pandai dan bijaksana mengambil keputusan.

 

Aku sangat tidak menyukai kamu mengambil lagi mutiara yang telah dimasukkan dalam kotak tersebut kecuali jika memang mutiara yang dimasukkan justru akan mengurangi kekuatanmu

 

Ingat, waktumu sampai matahari terbenam di ufuk Barat” jelas Guru tersebut pada muridnya.

 

“Baiklah Guru, akan kuingat pesanmu” jawab muridnya sambil menerima kedua barang dari Gurunya.

 

Tidak lama kemudian, turunlah murid tersebut ke dalam lautan. Dengan ilmunya, dia sanggup berada di dalam laut dan mampu melihat dasar laut yang gelap gulita.

 

Kemudian diapun sibuk mencari mutiara di antara batu – batu kerikil, banyak mutiara yang ditemukan, ada kemilau, bersinar dan sebagainya.

 

“Lumayan juga, banyak mutiara yang telah kudapatkan, tenagaku pun terasa lebih kuat.

 

Aku akan pergi ke tempat lain lagi, barangkali disana kutemukan mutiara yang cocok untuk kotak ini” pikir murid tersebut sambil memasukkan mutiara – mutiara yang ditemuinya ke dalam kantung.

 

Di tempat lain, hal samapun dilakukan, sambil mencari mutiara yang cocok untuk dimasukkan dalam kotak.

 

Sampai suatu ketika ditemuinya sebuah mutiara yang cukup membuat hatinya tertarik.

 

Sebuah mutiara putih bersih kemilauan dengan sinarnya yang terang menerangi hati.

 

Akhirnya diambil mutiara tersebut dan dimasukkan ke dalam kotak.

 

Benar kata Gurunya, mutiara tersebut memberi kekuatan yang berlipat ganda tetapi masih ada waktu lagi untuk mencari.

 

Maka pergilah dia ketempat lain untuk mengumpulkan mutiara – mutiara yang lain.

 

Namun ditempat lain tersebut, ditemuinya lagi sebuah mutiara yang lebih indah dari mutiara yang dimasukkan kotak tersebut.

 

Muncul kebimbangan hati dalam diri murid tersebut.

 

“Guru berpesan, jika tidak kuat, maka jangan memasukkan mutiara ini ke dalam kotak yang sudah terisi, akan berbahaya bagiku.

 

Guru juga melarang untuk mengeluarkan mutiara dalam kotak ini apalagi mutiara tsb telah memberiku kekuatan tetapi mutiara ini teramat indah, lebih indah dari sebelumnya”

 

Cukup lama juga murid tersebut dalam kebimbangan, akhirnya diputuskan untuk memasukkan mutiara terindah itu ke dalam kantung saja, kemudian dia melanjutkan lagi perjalanannya mencari mutiara karena waktunya masih ada.

 

Di tempat lain dia juga mengalami hal serupa, dia menemukan mutiara yang lebih indah lagi tetapi dengan ketetapan hatinya, dia tetap mempertahankan mutiara dalam kotak tersebut.

 

Meletakkan mutiara terindah itu ke dalam kantung, hingga batas waktunya telah tiba dan dia harus kembali pada sang Guru.

 

Ditemuilah Gurunya dengan membawa hasil yang diperolehnya.

 

“Guru, aku sudah menyelesaikan tugas ini Guru, aku sudah berhasil membawa mutiara dalam kantung ini dan dalam kotak ini”

 

“Bagus kalau begitu, ketahuilah wahai anakku, aku akan memberitahumu sesuatu di balik hal tersebut.

 

Ketahuilah bahwa kantung yang kuberikan itu ibarat tempat untuk menampung teman/sahabat, maka carilah sahabat yang baik.

 

Buatmu carilah sahabat yang menjadi mutiara bagimu yang mampu memberimu kebaikan.

 

Semakin banyak memiliki sahabat, maka akan banyak sahabat lagi yang akan didapatkan di kemudian hari, seakan – akan tempat itu bisa menampung tidak terbatas banyaknya.

 

Semakin banyak akan semakin baik tetapi jika memiliki sahabat yang buruk yang bukan mutiara, maka hal itu akan memberatkan dan akan merugikan”

 

“Lalu apa maksud dari kotak ini Guru ?”

 

“Kotak ini memiliki maksud dengan pasangan hidup atau istri, nanti dalam hidupmu, carilah istri yang dianggap paling indah, paling disukai karena hal itu akan memberi kekuatan, kebahagian dan ketenangan.

 

Karenanya kamu harus pandai – pandai dalam mengambil keputusan, harus bisa memilih mutiara diantara batu – batu dan memilih mutiara terbaik apakah mengerti Wahai Anakku”

 

“Saya mengerti Guru”

 

“Nanti jika telah berada diluar, gunakanlah ilmumu sebagai penerang dalam menentukan mana yang baik dan yang buruk, kamu akan mendapatkan hasil akhir yang baik jika berpegang padanya”

 

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1384458