Logo

ANEH TAPI NYATA

ANEH TAPI NYATA

ANEH TAPI NYATA


Makan, minum, tidur dan bernafas, menurut ilmu pengetahuan, ketahanan manusia tanpa 4 faktor yang sangat diperlukan ini adalah tidak mungkin.


BENARKAH TIDAK MUNGKIN ?


Tahun 1926 (suatu kasus yang ditiadakan oleh para ilmuwan), seorang wanita bernama Teresa Neumann menjalani hidup selama 35 tahun tanpa makan hingga kematian merenggutnya.


Para peneliti melaporkan bahwa pada 2005 seorang penganut Buddha Nepal yang masih muda, Ram Bahadur Bomjo, lahir di Chaitra Purnima 9 April 1990 telah melakukan meditasi di bawah naungan sebuah pohon besar (mulai 6 May 2005, membuka matanya pada 24 Juli 2005 dan meneruskan hingga 11 maret 2006).

 

Dia tidak mengkomsumsi makanan dan minuman apapun selama lebih dari 10 Bulan ! Sebuah pagar memisahkan ratusan penonton / pengikut yang duduk untuk berdoa / memuji dan meneliti manusia yang ajaib ini.

 

Desa dimana Ram Bahadur Bomjo bermeditasi juga mendapat berkah dari ramainya pengunjung yang datang.

 

Mereka bersedia mengeluarkan uang untuk membeli cenderamata dan donasi untuk menjaga ketenangan Ram Bahadur Bomjo yang akhirnya menjadi obyek dari komersialisasi desa dan orang – orang disekitarnya (dilaporkan oleh Discovery channel bahwa keluarganya tidak mengambil sedikitpun keuntungan atas hal tersebut)


Derasnya berita Manusia ajaib ini menimbulkan keraguan bahwa berita ini hoax. Maka pada Desember 2005, 9 orang anggota komite yang dibentuk pemerintahan yang dipimpin oleh seorang Lhama yaitu Gunjaman memperhatikan Ram Bahadur Bomjo secara seksama selama 48 Jam dan tidak ditemukan bahwa dia mendapatkan / mengambil makanan selama periode pengawasan itu.

 

Sebuah rekaman video dibuat menyertai test itu dari jarak sekitar 3 Meter. Sebuah group Peneliti kesehatan mencoba melakukan penelitian independent namun tidak diperkenankan untuk memasang lampu sorot saat malam.

 

Pada tahun 2007, the Discovery Channel membuat film dokumenter yang berjudul "The Boy With Divine Powers"

 

Pembuatan film dokumentasi itu dilakukan Discovery sebanyak 2 kali dan selama 4 hari pengamatan mereka positif menyatakan bahwa Ram Bahadur Bomjo tidak mendapatkan / diberi makan diwaktu malam.

 

Di hari kedua pembuatan Film, Ram Bahadur Bomjo dilaporkan mengeluarkan keringat yang banyak.

 

Seorang ahli meditasi lokal yang menyertai crew, mengidentifikasi itu sebagai salah satu metoda yoga disebut ‘tumo’ yaitu orang yang melakukan meditasi mengurangi kehilangan panas tubuh dan mempertahankan suhu tubuh.

 

Demonstrasi mengenai hal itu juga dilakukan sang ahli dengan bermeditasi didepan Ram Bahadur Bomjo. Pada malam hari, suhu udara dilaporkan mencapai 10 derajar C.


Kepada Crew Discovery, penduduk juga melaporkan bahwa beberapa waktu sebelumnya Ram Bahadur Bomjo pernah pernah di gigit oleh Ular berbisa yang dapat mematikan manusia seketika.

 

Ram Bahadur Bomjo secara simple ‘mengeluarkan racun itu keluar lewat pori – porinya’ sambil terus melanjutkan meditasinya.

 

Di hari ketiga, terjadi kekacauan, aliran listrik putus, pengambilan film terhenti dan mereka pulang. Pada upaya kedua beberapa minggu kemudian, kru film bisa memfilmkan Ram Bahadur Bomjo nonstop selama 96 jam, siang dan malam.

 

Selama itu, dia tidak minum atau makan apa pun. Menurut para ilmuwan yang ada di dokumenter, rata – rata manusia diperkirakan akan mati karena gagal ginjal setelah empat hari tanpa minum cairan apa pun.

 

Sebuah inspeksi lebih dekat yang dilakukan kru film di sekitar pohon tempat duduk Ram Bahadur Bomjo tidak menunjukkan suplai makanan tersembunyi ataupun pipa air.


Pada Januari tahun yang sama, 59 orang yang mulai kebosanan menemaninya dikejutkan ketika Ram Bahadur Bomjo secara spontan mengeluarkan api dari tubuhnya.

 

Kemudian dia di laporkan meneriaki kakaknya untuk melemparkan handuk basah padanya.


Penduduk desa juga melaporkan bahwa ada Macan yang memasuki kampung, ini diketahui dari jejak – jejak kaki yang ditemukan oleh komite keamanan.

 

Keadaan itu membuat Discovery menyimpulkan bahwa kegunaan Pagar yang ada di sekeliling Ram Bahadur Bomjo bukan untuk menciptakan Hoax (mitos) namun untuk melindunginya.


Adegan berpindah pada seorang Brahmin Hindu berumur 80 tahun yang mengklaim bahwa dirinya tidak minum dan makan apapun sejak berumur 16 tahun.

 

Selama 10 hari, dia di test di dalam sebuah ruang isolasi 24/7 dengan banyak kamera dan diawasi oleh seorang ahlibedah syaraf.

 

Bahkan ketika dia mandi sejumlah air yang diberikannya dilakukan pengukuran sebelum dan sesudah di pakai untuk menghindari adanya kecurangan.


Dia pun ternyata tidak memerlukan buang air. Tim Medis keheranan ketika menemukan bahwa kapanpun urine terbentuk di saluran kandung kemihnya kemudian menghilang menghilang tanpa jejak dengan cepatnya !

 

Itu terjadi didepan semua bentuk pengamatan, scans, kamera tersembunyi, titik – titik check yang tersembunyi dan semua hal yang terpikirkan oleh tim medis.

 

Skeptis ? Yach..pada awalnya namun selekasnya terpaksa berkesimpulan bahwa dia bukanlah hoax dan mampu bertahan setidaknya 10 hari tanpa makan dan minum.

 

Ahli bedah syaraf yang bertugas memberikan pendapat bahwa brahmin itu melakukan photosintetis untuk memperoleh energy.

 

Banyak ahli yang tidak sependapat karena berpijak pada keadaan bahwa tubuh manusia terdiri dari karbon dan sangat absolut tidak mungkin membuat makanan dari sinar matahari.

 

Lepas dari itu semua, seorang yang melakukan praktek meditasi mungkin saja mendapatkan bentuk energi yang dimakan dari udara yang dihirup dan meng – absorb elemen yang ada di udara.


MENGEJUTKAN ?


Biasanya, orang yang semalaman tidak tidur, ketegangan pikirannya cenderung meningkat dan dengan jelas sekali bahwa daya reaksinya akan melambat.

 

Dua malam tanpa tidur nyenyak hanya akan meningkatkan hal seperti ini. Tetapi berapakah batas resmi dari tanpa tidur itu ?

 

Randy Gardner yang berusia 17 tahun mampu bertahan untuk tidak tidur selama 11 hari pada 1963 akibatnya dia mengalami halusinasi dan hilangnya ingatan jangka pendek.

 

Meskipun Guinness belum mengamati rekor tidak tidur yang baru, banyak orang telah berjuang untuk memecahkan prestasi Randy Gardner.


Namun rentang waktu tidak tidur ini tidak dapat dibandingkan dengan yang dialami oleh seorang petani Vietnam bernama Thai Ngoc, lahir tahun 1942, Desa Trung Ha Village, Distrik Que Son, Quang Nam Province, 25 km Barat daya Kota Hoi An Town.

 

Thai Ngoc tidak dapat tidur lagi sejak tahun 1976 selama 35 tahun terakhir tanpa sebab apapun (namun ada juga yang mengatakan bahwa dia terserang demam sebelum itu pada tahun 1973). Banyak obat – obatan digunakannya untuk tidur namun tidak manjur.


Penguasa lokal memberikan konfirmasi bahwa dua agensi asing yaitu dari Inggris dan Thailand pernah mengujinya.

 

Peneliti dari Ingris melakukan 2 hari dan membawanya ke polokilinik Kota Danang untuk di test status mentalnya dan dengan Encephalogram (semacam check otak dengan x – ray), sementara grup dari thailand melakukannya selama 4 hari dilengkapi dengan kamera di tempat tidurnya dan di sawah.


Malam harinya, dia tetap bekerja, untuk menguji kewaspadaannya peneliti menempatkan 9 benda yaitu kacamata, mangkok, topi, pakaian di meja yang dapat dia lihat dan kemudian menyembunyikannya.

 

Ketika mereka menanyakan itu Thai Ngoc mampu menjelaskan benda – benda tersebut.

 

Dengan keaadannya itu, selama 35 tahun lebih tidak dapat tidur, dia tetap sehat dan mampu mengangkat 40 kg kantong sejauh 4 Km jalan kaki setiap harinya.


MENGEJUTKAN ?

 

Tidak bernapas berhari – hari lamanya juga dimungkinkan, Beberapa catatan menunjukkan bahwa para master yoga (Yogi) India dapat bertahan hidup dengan cara memendam diri di dalam tanah atau membenamkan diri ke dalam air selama beberapa hari.

 

Hal ini benar – benar bertentangan dengan pengertian ilmu pengetahuan terhadap teori Molecular Oxygenation. Guiness Book of record tahun 1985 justru melaporkan hal ini adalah nyata.


Y.M Mingun Sayadaw, seorang Bikkhu dari Desa Mingun Myanmar (Burma) mengalunkan 16,000 halaman kanon teks Buddhist canonical di Rangoon, Burma pada Bulan May 1954.

 

Dia di test secara oral dan tertulis dan hasilnya dibandingan dengan Tripitaka adalah tanpa salah satu huruf – pun ! Dia dianugerahi gelar Tipitakadhara Dhammabhandagarika (Pembaca triPitaka dan Penjaga and penjaga Dhamma).

 

Y.M Mingun Sayadaw wafat pada tahun 1993, pada usia 82 tahun, setelah melewatkan 62 masa ke – bhikkhu – an (vassa).


Ujian mencapai gelar Tipitakadara dilakukan sejak tahun 1948, Pada tanggal 19 January 2008) adalah merupakan ujian yang ke – 60 dan diikuti oleh ratusan peserta.

 

Mereka yang mampu melakukan seperti Y.M Mingun Sayadaw, tercatat berjumlah 11 bikkhu menyusul 5 Bikkhu baru menyelesaikan 2.5 Pitaka; 13 Bhikku, 2 Pitaka; 114 Bhikku, 1 Pitaka; 1 Bhikku, 1 Pitaka dan Majjhima Nikaya.


Di antara 11 orang Tipitakadhara angkatan – angkatan pertama, 7 di antaranya masih hidup sampai saat ini. Ini juga membuktikan bahwa tradisi menurunkan ajaran Buddha secara ingatan dan oral sebelum Tipitaka dituliskan adalah memungkinkan dan bukanlah isapan jempol belaka.


Yayasan Karaniya dan Ehipassiko Foundation, pernah mendatangkan 2 orang legenda hidup ini, yakni Bhikkhu Indapala (46 tahun) dan Bhikkhu Thondara (51 tahun). Tanggal 16 – 21 Desember 2006 mereka roadshow di Medan, Jakarta, Palembang, Surabaya dan Semarang.

 

SUMBER :

 

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1343612