Logo

HOW MANAGE THE CONFLICT

HOW MANAGE THE CONFLICT

HOW MANAGE THE CONFLICT

 

There is no squabbling so violent as that between people who accepted an idea yesterday and those who will accept the same idea tomorrow.

CHRISTOPHER MORLEY


Dimana saja, bisa terjadi konflik. Faktor penyebabnya, cukup beragam yang bisa saja dikarenakan oleh ketidakpuasan, merasa dirugikan, ingin dihargai / dihormati, merasa berwenang penuh, dan lain sebagainya.

 

Inti dari kesemuanya ini, tiada lain adalah didasarkan oleh azas kepentingan pribadi.

 

Menyikapi dan menghadapi kondisi ini (* Sebagai pimpinan) dituntut suatu kearifan untuk menangani / memutuskan permasalahan ini. 

 

Untuk memberikan kepuasan 100 % bagi kedua belah pihak adalah hal yang mustahil / tidak mungkin.

 

Tetapi untuk mendapatkan suatu kepengertian / pemahaman yang saling “mau” / “bisa” menerima dengan kedewasaan adalah hal dimungkinkan.

 

Untuk itu, sebelum memutuskan / memberikan solusi yang arif kepada kedua belah pihak yang konflik maka

 

1.- LISTEN.

 

Sebelum mengambil suatu keputusan, Pimpinan harus terlebih dahulu mendengarkan dan mencari info yang sebanyak – banyaknya dari kedua belah pihak.

 

Setelah pokok permasalahan diketahui. Semuanya di analisa dan mencari solusi untuk suatu keputusan.

 

Di kondisi ini, pimpinan harus benar – benar adil dan jujur, yang benar, dikatakan benar dan yang salah dikatakan salah.

 

Jika ada salah satu pihak yang merasa keberatan atau merasa tidak adil atas keputusan yang diputuskan, pimpinan harus dengan berlapang dada atau transparan menjelaskan sedetail mungkin MENGAPA keputusan ini diberikan agar tidak sampai timbul kesalahpengertian / kesalahpahaman.

 

Segala bentuk dari otoriter atau pemaksaan kehendak, sangatlah tidak bijaksana karena efeknya akan lebih destruktif, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

 

Listening is such a simple act. It requires us to be present, and that takes practice, but we don't have to do anything else. We don't have to advise, or coach, or sound wise. We just have to be willing to sit there and listen.

MARGARET J. WHEATLEY

 

2.- BENEFIT.

 

Akibat dari konflik, siapapun tahu (* Selain akan merusak suasana teamwork tetapi juga akan menurunkan etos kerja / motivasi kerja) dan harus sesegera mungkin dituntaskan.

 

Oleh karena itu, pimpinan harus sanggup dengan jelas menyampaikan / menjelaskan kepada kedua belah pihak bahwa keakuran sangatlah dibutuhkan untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

 

Banyak manfaat yang bisa dipetik jika kedua belah pihak “mampu” dan “mau” saling mengalah serta saling mengisi kekurangan masing – masing.

 

"Teamwork is so important that it is virtually impossible for you to reach the heights of your capabilities or make the money that you want without becoming very good at it"

BRIAN TRACY

 

3.- ACKNOWLEDGE.

 

Pimpinan, harus mampu mengakui dan menyadari bahwa bawahannya adalah pribadi – pribadi yang butuh pengarahan / bimbingan untuk meraih pengembangan potensi diri.

 

Tidak ada yang sempurna atau NOBODY IS PERFECT, “plus” dan “minus” pasti dimiliki oleh siapapun juga. Didasarkan oleh kenyataan ini, pimpinan harus mampu menerima semua kelebihan dan kekurangan bawahan – bawahannya.

 

Dengan demikian, keputusan yang diberikan adalah seimbang atau pantas bagi kedua belah pihak yang disuaikan dengan potensi masing – masing.

 

As much as we may want to withdraw into a world of pure problem solving, we have to acknowledge that the most successful architectures are the ones you can actually convince someone to implement

JESSE JAMES GARRETT

 

4.- FAIR.

 

Pimpinan yang selalu adil, tidak pilih kasih / diskriminasi akan selalu dihargai, dihormati dan disegani oleh siapapun juga.

 

Karena apapun yang dia putuskan adalah didasarkan oleh realita atau objektivitas yang nyata (* transparan).

 

Pemimpin tipe ini, apapun keputusan yang dia putuskan untuk mengakhiri konflik selain akan mau diterima oleh siapapun juga tetapi juga kepuasan.

 

In dwelling, live close to the ground. In thinking, keep to the simple. In conflict, be fair and generous. In governing, don't try to control. In work, do what you enjoy. In family life, be completely present.  

LAO TZU

 

5.- ATTACK THE PROBLEM.

 

Setelah mengetahui pokok permasalahan yang menimbulkan konflik, pimpinan langsung memberikan keputusan yang didasarkan oleh permasalahan yang timbul dan bukanlah ke individu masing – masing.

 

Maknanya adalah keputusan yang diberikan bukan didasarkan oleh kepribadian / status, mis. : agama, etnis, status ekonomi, tingkat edukasi dan lain sebagainya.

 

Intinya, yang ditangani adalah permasalahannya dan bukanlah pribadi seseorang.

 

It is better to laugh about your problems than to cry about them. It's not that I'm so smart, it's just that I stay with problems longer.  

ALBERT EINSTEIN

 

 


User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1375297