Logo

GAYA KEPEMIMPINAN

GAYA KEPEMIMPINAN

GAYA KEPEMIMPINAN

 

GAYA KEPEMIMPINAN EFEKTIF, TIDAK AKAN LEPAS DARI KEPRIBADIAN

 

Sebagai seorang manusia, kita tidak lepas dari yang namanya kelebihan dan kekurangan. Kita bisa saja mengidolakan seseorang dan menjadikannya teladan.

 

Tetapi, jati diri tidak akan pernah bisa berubah seperti idola. Demikian pula dengan gaya kepemimpinan, tidak akan pernah bisa lepas dari kepribadian dasar.

 

EFEKTIF

 

Efektif berarti tepat sasaran. Menjadi efektif berarti mampu melakukan sesuatu dengan tepat. Artinya, apa yang efektif bagi seseorang belum tentu efektif bagi orang yang lainnya.

 

Disini, kita berbicara mengenai cara bukan tujuan. Pertanyaan yang timbul ada dua. Pertama, arah mana tujuan kita. Kedua, bagaimana caranya.

 

Kita pasti setuju bahwa sebuah tujuan bisa dicapai dengan berbagai cara. Tetapi yang namanya tujuan yach, tujuan. Kita mempunyai gaya kepemimpinan sendiri, yang akan lebih efektif jika melakukan dengan cara sendiri.

 

Masing – masing gaya kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada pemimpin yang sempurna. Mengharapkan kesempurnaan berarti mengharapkan sesuatu yang mustahil.

 

Yang harus dilakukan dengan gaya kepemimpinan adalah mengembangkan kelebihan semaksimal mungkin dan membiarkan orang lain untuk menutupi kekurangan.

 

Tugas utama seorang pemimpin bukan untuk mengerjakan tetapi untuk mendelegasikan dan mengarahkan.

 

EMPAT GAYA KEPEMIMPINAN

 

1.- GAYA KEPEMIMPINAN KARISMATIS

 

Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah KUNING. Kelebihan gaya kepemimpinan karismatis ini adalah mampu menarik orang. Mereka terpesona dengan cara berbicaranya yang membangkitkan semangat.

 

Pemimpin dengan kepribadian kuning ini adalah visionaries yang sangat menyenangi perubahan dan tantangan.



Kelemahan terbesarnya dianalogikan dengan peribahasa “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”. Mereka mampu menarik orang untuk datang kepada mereka. Setelah beberapa lama, orang – orang yang datang ini akan kecewa karena ketidakkonsistenan.

 

Apa yang diucapkan ternyata tidak dilakukan. Ketika diminta pertanggungjawabannya, si pemimpin akan memberikan alasan, permintaan maaf dan janji. Yach, itu saja, tanpa adanya komitmen untuk berubah. Banyak yang datang tetapi banyak juga yang pergi.

 

Gaya kepemimpinan karismatis bisa efektif jika :

A.- Mereka belajar untuk berkomitmen, sekalipun seringkali akan gagal.

B.- Mereka menempatkan orang – orang untuk menutupi kelemahan.

 

2.- GAYA KEPEMIMPINAN DIPLOMATIS 

 

Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah PUTIH. Kelebihan gaya kepemimpinan diplomatis ini, ada di penempatan perspektifnya.

 

Banyak orang seringkali melihat dari satu sisi yaitu sisi keuntungan dirinya. Sisanya, melihat dari sisi keuntungan lawannya.

 

Hanya pemimpin dengan kepribadian putih ini, yang bisa melihat kedua sisi dengan jelas ! Apa yang menguntungkan dirinya dan juga menguntungkan lawannyaatau win – win solution.

 

Kesabaran dan kepasifan adalah kelemahan pemimpin dengan gaya diplomatis ini. Umumnya, mereka sangat sabar dan sanggup menerima tekanan. Namun kesabarannya ini, bisa sangat – sangat keterlaluan.

 

Mereka bisa menerima perlakuan yang tidak menyengangkan tersebut tetapi pengikut – pengikutnya tidak. Dan seringkali hal inilah yang membuat para pengikutnya meninggalkan si pemimpin.

 

Gaya kepemimpinan diplomatis ini akan efektif jika :

A.- Berjuang untuk berubah.

B.- Hidup ini tidak selalu win – win solution.

 

 

3.- GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER

 

Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah MERAH. Kelebihan model kepemimpinan otoriter ini ada di pencapaian prestasinya. Tidak ada satupun tembok yang mampu menghalangi langkah pemimpin ini.

 

Ketika dia memutuskan suatu tujuan, itu adalah harga mati, tidak ada alasan yang ada adalah hasil. Bagaimana caranya ? Lakukan semua yang bisa ! 


Dunia memang berubah, hanya saja, dia bergerak lebih cepat ! Langkah – langkahnya penuh perhitungan dan sistematis

 

Dingin dan sedikit kejam adalah kelemahan pemimpin dengan kepribadian merah ini. Mereka sangat mementingkan tujuan sehingga tidak pernah peduli dengan cara. Makan atau dimakan adalah prinsip hidupnya. Nach, disinilah masalahnya.

 

Semua orang adalah musuh, entah itu bawahannya atau rekan kerjanya. Si otoriter ini kadang kala menekan bawahannya supaya tidak menjadi ancaman, entah itu dengan kedisiplinan yang tidak masuk akal atau dengan target yang tidak mungkin dicapai.

 

Gaya kepemimpinan otoriter ini bisa efektif jika rasanya ngak ada...soalnya kepribadian ini memang efektif, paling efektif dari semua kepribadiaan. Sekaligus paling dingin !

 

4.- GAYA KEPEMIMPINAN MORALIS

 

Kepribadian dasar pemimpin model ini adalah BIRU. Tidak ada model kepemimpinan yang paling menghargai bawahannya selain pemimpin dengan kepribadian biru ini. Mereka hangat dan sopan kepada semua orang. Mereka memiliki empati yang tinggi terhadap permasalahan para bawahannya.

 

Sabar ? Tentu saja. Murah hati ? Tepat sekali. Segala bentuk kebajikan ada dalam diri pemimpin ini. Orang – orang datang karena kehangatannya terlepas dari segala kekurangannya.

 

Yang paling mengerikan dari pemimpin berkepribadian biru ini adalah emosinya. Dia sangat tidak stabil, kadang bisa tampak sedih dan mengerikan, kadang pula bisa sangat menyenangkan dan bersahabat.

 

Gaya kepemimpinan moralis ini efektif jika :

A.- Dia berhasil mengatasi kelabilan emosionalnya dan seringkali ini adalah perjuangan seumur hidupnya.

B.- Belajar mempercayai orang lain alias membiarkan mereka melakukan dengan cara mereka. 

 

GAYA KEPEMIMPINAN PALING EFEKTIF, GAYA SENDIRI


Gaya kepemimpinan yang efektif berdasarkan kepribadian dasar. Bukan tentang prinsip – prinsip kepemimpinan yang efektif. Artinya, semua tipe kepribadian berpotensi menjadi pemimpin.

 

Namun, tidak semua orang dipanggil menjadi pemimpin. Ada yang memerintah tentu harus ada yang diperintah.

 

LANGKAH PERTAMA untuk menjadi seorang pemimpin adalah menjadi diri sendiri. Setelah memahami plus minus kepribadian, langkah berikutnya adalah memahami prinsip – prinsip kepemimpinan (malahan ada yang menyebutnya sebagai hukum kepemimpinan !)

 

Hukum berarti kepastian, yang melakukan akan mendapatkan imbalan. Sedangkan mereka yang melanggarnya akan mendapatkan ganjaran.

 

Apakah pemimpin itu bakat alami ? Tidak. Namun, memang ada beberapa orang yang ditakdirkan menjadi seorang pemimpin besar. Tetapi bakat saja tidak cukup.

 

Seorang yang dilahirkan jenius, masih tetap perlu belajar. Demikian pula untuk menjadi pemimpin yang efektif, perlu belajar !

 

Jika merasa mempunyai bakat sebagai pemimpin, jangan sia – siakan kelebihan karena akan jauh lebih hebat dari saat ini. Jika mau berubah tentunya !

 

User ID
Password

Promotion

Jumlah Pengunjung

1343646